Selasa, 02 April 2013

pertimbangan etik

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia Nya kita berada dalam keadaan sehat wal’afiat dan mendapat kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Dalam pembuatan makalah penulis banyak mendapatkan hambatan dan kesulitan, terutama sumber(referensi). Tetapi karena bantuan dan saran dari berbagai pihak terutama kelompok, akhirnya kami sebagai penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Dengan iringan doa semoga amal baik yang telah diberikan kepada kami mendapat balasan yang baik dari ALLAH SWT. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami selaku penulis dan pembaca pada umumnya


Kata Pengantar                                 ............................................................................................... 1
Daftar Isi                                              ............................................................................................... 2
BAB I   PENDAHULUAN                  ............................................................................................... 3
            1. Latar belakang                  ............................................................................................... 3
            2. Rumusan Masalah          ............................................................................................... 4
3. Tujuan Penulisan            ............................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN                     .............................................................................................. 5
1.       Pengertian Promosi Kesehatan             .................................................................... 5
2.    Tujuan Promosi Kesehatan                       .................................................................... 6
3.    Sasaran promosi kesehatan                     .................................................................... 9
4.      Ruang lingkup Promosi kesehatan  ........................................................ 10
5.      Strategi dalam promosi kesehatan   ........................................................ 13
6.      Evaluasi Promkes                            ........................................................ 19
7.      Pertimbangan-pertimbangan etis dalam promosi kesehatan ..................... 21

BAB III PENUTUP      ............................................................................................................ 23
            1.   Simpulan   ............................................................................................................ 23
2.   Saran            ............................................................................................................ 24
 Daftar Pustaka                        ............................................................................................................ 25










BAB I
PENDAHULUAN

1.    LATAR BELAKANG
Dewasa ini promosi kesehatan (health promotion) telah menjadi bidang yang semakin penting dari tahun ke tahun. Dalam tiga dekade terakhir, telah terjadi perkembangan yang signifikan dalam hal perhatian dunia mengenai masalah promosi kesehatan. Penyelenggaraan promosi kesehatan dilakukan dengan mengombinasikan berbagai strategi yang tidak hanya melibatkan sektor kesehatan belaka, melainkan lewat kerjasama dan koordinasi segenap unsur dalam masyarakat. Hal ini didasari pemikiran bahwa promosi kesehatan adalah suatu filosofi umum yang menitikberatkan pada gagasan bahwa kesehatan yang baik merupakan usaha individu sekaligus kolektif.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan,jiwa,dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Salah satu tujuannya adalah memajukan kesejahteraan bangsa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan ketentraman hidup.
Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, terwujudnya derajat kesehatan yang optimal merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat indonesia, pemerintah dan juga seluruh tenaga kesehatan.promosikesehatan merupakan salah satu pilar dalam pembangunan kesehatan melalui peningkatan kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memilikiderajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah republik indonesia
Salah satu usaha pemerintah dalam menyadarkan masyarakat tentang hidup sehat dan pelaksanaannya bagaimana hidup sehat adalah dengan cara melakukan pendidikan kesehatan yang tidak hanya didapat dibangku sekolah tetapi juga dapat dilakukan dengan cara penyuluhan yang dilakukan olem tim medis (perawat,bidan,dokter dan lain-lain). Kegiatan tersebut biasa disebut dengan promosi kesehatan atau penyuluhan kesehatan.
Salah satu tugas tim medis adalah memperkenalkan bagaimana cara hidup sehat kepada masyarakat maka pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang “Promosi Kesehatan”.

2.    RUMUSAN MASALAH
1)      Apa yang dimaksud dengan Promosi Kesehatan?
2)      Apa yang menjadi tujuan dari Promosi Kesehatan?
3)      Siapa saja yang menjadi sasaran Promosi Kesehatan?
4)      Apa saja yang menjadi ruang lingkup Promosi kesehatan?
5)      Apa saja strategi(komunikasi) dalam promosi kesehatan?
6)      Bagaimana evaluasi dalam dalam program pendidikan?
7)      Apa saja pertimbangan-pertimbangan etis dalam promosi kesehatan?

3.    TUJUAN
1)        Mengetahui definisi dari Promosi Kesehatan
2)        Mengetahui tujuan dilakukan Promosi Kesehatan atau penyuluhan kesehatan
3)        Mengetahui siapa saja sasaran dalam Promosi Kesehatan
4)        Mengetahui ruang lingkup Promosi kesehatan
5)        Mengetahui strategi dalam promosi kesehatan
6)        Mengetahui hasil evaluasi
7)        Mengetahui pertimbangan-pertimbangan etis dalam promosi kesehatan





BAB II
PEMBAHASAN

1.    DEFINISI PROMOSI KESEHATAN
Promosi kesehatan merupakan bagian atau cabang dari ilmu kesehatan, juga mempunyai dua sisi yaitu ilmu dan seni, dari sisi seni yaitu praktisi atau aplikasi promosi kesehatan, merupakan penunjang bagi program-program kesehatan lain. Artinya setiap program kesehatan perlu ditunjang atau dibantu oleh promosi kesehatan. Promosi Kesehatan ( Health Promotion ) membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja,namun berkaitan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.
Pengertian Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai sosial budaya setempat yang didukung oleh kebijakan public yang berwawasan kesehatan.
Lingkup Promosi kesehatan adalah proses pemberdayaan masyarakat agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Ini mencakup pendidikan kesehatan (health education) yang penekanannya pada perubahan atau perbaikan melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan.
Promosi kesehatan adalah juga upaya penyuluhan (upaya komunikasi dan informasi) yang penekanannya pada penyebaran informasi kesehatan.
Agar promosi kesehatan dapat berjalan secara sistematis, terarah dan terencana sesuai konsep promosi kesehatan bahwa individu dan masyarakat bukan hanya sebagai objek/sasaran yang pasif menunggu tetapi juga sebagai pelaku maka perlu pengelolaan program promosi kesehatan mulai dari pengkajian, perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pemantauan dan penilaian.
Menurut WHO promkes adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya(lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya).
Menurut australian health foundantion Promkes adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan, baik didalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungan.

2.    TUJUAN PROMOSI KESEHATAN
Tujuan(misi) promkes adalah meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan baik fisik, mental, dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.
       Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan, baik pemberantasan penyakit menular/tidak menular, sanitasi lingkungan, gizi masyarakat, pelayanan kesehatan, maupun program kesehatan lainnya dan bermuara pada kemampuan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu, kelompok maupun masyarakat.
Suatu pendekatan untuk meningkatkan kemauandan kemampuan masyarakat untukmemelihara dan meningkatkankesehatan. Mengingat tujuan meningkatkan kesehatan bukansekedar masyarakat mau hidup sehat, tetapi juga mampu untukhidup sehat, makadalam promosi kesehatan bukan sekadarmenyampaikan pesan-pesan atau informasiinformasi kesehatanagar masyarakat mengetahui dan berperilaku hidup sehat, tetapijugabagaimana masyarakat mampu memelihara dan meningkatkankesehatannya.
Promosi kesehatan masyarakat penting untuk menunjang program programkesehatan yang lain. Akan tetapi pada kenyataannyapengakuan ini tidak didukung oleh kenyataan.Artinya dalamprogram-program pelayanan kesehatan kurang melibatkanpendidikan kesehatan.Meskipun program itu mungkin telahmelibatkan pendidikan kesehatan tetapi kurang memberikan bobot.Argumentasi mereka adalah karena pendidikan kesehatan itu tidaksegera dan jelas memperlihatkan hasil. Dengan perkataan lainpendidikan kesehatan itu tidak segera membawa manfaat bagimasyarakat dan yang mudah dilihat atau diukur. Hal ini memangbenar karena pendidikan adalah merupakan behavioral investmentjangka panjang.Hasil investasi pendidikan kesehatan baru dapatdilihat beberapa tahunkemudian.Dalam waktu yang pendek(immediate impact) pendidikan kesehatan hanya menghasilkanperubahan atau peningkatan pengetahuan masyarakat. Sedangkanpeningkatan pengetahuan saja belum akan berpengaruh langsungterhadap indikator kesehatan.
Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh terhadap perilakusebagai hasil jangkamenengah (intermediate impact) daripendidikan kesehatan. Selanjutnya perilaku kesehatan akanberpengaruh kepada meningkatnya indikator kesehatan masyarakat
sebagai keluaran (outcome) pendidikan kesehatan. Hal ini berbedadengan programkesehatan yang lain, terutama programpengobatan yang dapat langsung memberikan hasil (immediateimpact) terhadap penurunan kesakitan
.

Tujuan Promosi Kesehatan
1)      Memelihara meningkatkan kesehatan masyarakat
2)      Menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkunganyang kondusif bagi kesehatan
3)      Menetapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri sertamenjadikan kesehatan sebagai sesuatu yang bernilai dimasyarakat
4)      Memahami apa yang dapat setiap orang lakukan dengansumber yang ada pada mereka ditambah dengan dukungan dariluar untuk mengatasi masalahnya.
5)      Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepatsarana pelayanan kesehatan yang ada
6)      Mendorong individu agar mampu secara mandiri/kelompok mengadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat
7)      Memutuskan kegiatan yang paling tepat untuk meningkatkantaraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat

Tujuan Promosi Kesehatan (Wong, 1974)
1)      Agar Masyarakat memiliki tanggung jawab yanglebih besar pada kesehatan serta keselamatanlingkungan dan masyarakat.
2)      Agar orang melakukan langkah dalam mencegahkeadaan ketergantungan melalui rehabilitasi cacatyang disebabkan penyakit
3)      Agar orang memiliki pengertian yang lebih baik tentang eksistensi atau perubahan-perubahan sistemdengan memanfaatkan secara efisiensi dan efektif 
4)      Agar orang mempelajari apa yang dapat dia lakukansendiri dan bagaimana caranya dengan tanpa selalumeminta pertolongan kepada sistem pelayanankesehatan yang formal.


Tujuan promosi kesehatan di tempat kerja
1)      Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat ditempat kerja
2)      Menurunkan absensi tenaga kerja
3)      Menurunkan angka penyakit akibat kerja danlingkungan kerja
4)      Menciptakan lingkungan kerja yang sehat,mendukung, dan aman
5)      Membantu berkembangnya gaya kerja dan gayahidup sehat
6)      Memberikan dampak yang positif terhadaplingkungan kerja dan masyarakat.

Tujuan promosi kesehatan di FasilitasPelayanan Kesehatan
1)      Bagi Pasien
Mengembangkan perilaku sehat yang bermanfaatuntuk mempercepat kesembuhan dan pemulihanpasien, mencegah terserang penyakit yang sama atau kekambuhan, mencegah terjadinya penularanke orang lain, menyebarluaskanpengalamannyasehingga orang lain dpaat belajar danmengembangkan perilaku pemanfaatan fasilitaspelayanan kesehatan
2)      Bagi Keluarga
Adanya upaya pencegahan penularan penyakit dan mempercepat proses penyembuhan pasien dalam anggota keluarga, sehingga tidak ada anggota keluarga dan orang lain yang terserang atau tertular penyakit.
3)      Bagi fasilitas pelayanan kesehatan
Peningkatan mutu dan citra pelayanan karena pasien tidak hanya membutuhkan pelayanan fisik tetapi juga membutuhkan pelayanan psikologis dan sosial,sehingga dapat mengurangi lama hari rawat.

Prinsip-prinsip Promosi Kesehatan
1)      Promosi Kesehatan merupakan prosespemberdayaan masyarakat untuk memelihara,meningkatkan, dan melindungi kesehatannya,lingkup yang lebih luas dari pendidikan ataupenyuluhan kesehatan.
2)      Promosi kesehatan adalah upaya perubahan perilakudi bidang kesehatan disertai upaya mempengaruhilingkungan atau hal-hal lain yang sangatberpengaruh terhadap perbaikan perilaku dankualitas kesehatan
3)      Promosi Kesehatan berarti upaya promotif sebagaiupaya perpaduan dari preventif, kuratif, danrehabilitatif dalam rangkaian upaya kesehatan yangkomprehensif.

4)      Promosi Kesehatan merupakan pemberdayaanmasyarakat juga dibarengi oleh upaya advokasi dan bina suasana (social support).
5)      Promosi kesehatan berpatokan pada PHBS yangdikembangkan dalam lima tatanan, yaitu di rumah,sekolah, tempat kerja, tempat umum, dan di saranakesehatan
6)      Peran kemitraan lebih ditekankan pada promosikesehatan. Dilandasi oleh kesamaan, keterbukaan,dan saling memberi manfaat.
7)      Promosi kesehatan juga lebih menekankan padaproses dan upaya tanpa meremehkan arti hasil ataudampak kesehatan.
MISI PROMOSI KESEHATAN
1)      Advokasi (Advocation)merupakan perangkat kegiatan yang terencana yangditujukan kepada para penentu kebijakan dalamrangka mendukung suatu isu kebijakan yang spesifik.
2)      Menjembatani (Mediate)Kegiatan pelaksanaan program-program kesehatanperlu adanya suatu kerjasama dengan program lain dilingkungan kesehatan, maupun lintas sektor yangterkait.
3)      Kemampuan/Keterampilan (Enable)Masyarakat diberikan suatu keterampilan agarmereka mampu dan memelihara serta meningkatkankesehatannya secara mandiri

3.    SASARAN PROMOSI KESEHATAN
1)      Sasaran Primer (primary target)
Sasaran umumnya adalah masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum, Ibu hamil dan menyusui anak untuk masalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)serta anak sekolah untuk kesehatan remaja dan lain sebagianya
2)      Sasaran Sekunder (secondary target)
Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta orang-orang yang memiliki kaitan serta berpengaruh penting dalam kegiatan promosi kesehatan, dengan harapan setelah diberikan promosi kesehatan maka masyarakat tersebut akan dapat kembali memberikan atau kembali menyampaikan promosi kesehatan pada lingkungan masyarakat sekitarnya.
3)      Sasaran Tersier (tertiary target)
Adapun yang menjadi sasaran tersier dalam promosi kesehatanadalah pembuat keputusan (decission maker) atau penentu kebijakan(policy maker). Hal ini dilakukan dengan suatu harapan agarkebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut akan memiliki efek/dampak serta pengaruh bagi sasaransekunder maupun sasaran primer dan usaha ini sejalan denganstrategi advokasi (advocacy).
4.    RUANG LINGKUP PROMOSI KESEHATAN
1)      pendidikan kesehatan (health education)
2)      pemasaran sosial (social marketing)
3)      upaya komunikasi dan informasi
4)      upaya peningkatan (promotif)
5)      upaya advokasi di bidang kesehatan
6)      pengorganisasian masyarakat (communityorganization)
7)      pengembangan masyarakat (communitydevelopment)
8)      penggerakan masyarakat (social mobilization)
9)      pemberdayaan masyarakat (communityempowerment).

Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Menurut Prof. Dr. Soekidjo Notoadmojo
 




Ø Promotif
Ø Preventif
Ø Kuratif
Ø Rehabilitatif
Dimensi Aspek Pelayanan Kesehatan
F  Promosi Kesehatan pada tatanan Keluarga(rumah tangga)
F  Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah
F  Pendidikan kesehatan di tempat kerja
F  Pendidikan kesehatan ditempat-tempat umum
F  Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan
Dimensi Tatanan atau Tempat Pelaksanaan Promosi Kesehatan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   
Promosi kesehatan pada tatanan sekolah.
1)      Pemeriksaaan kesehatan secara berkala baik pemeriksaaan umum atau khusus.
Mis, pemeriksaan gigi, paru-paru ataukulit
2)      Pemeriksaan dan pengawasan kebersihan lingkungan
3)      Usaha-usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dengan imunisasi
4)      Usaha perbaikan gizi
5)      Usaha kesehatan gigi sekolah
6)      Mengenal kelainan-kelainan yang mempengaruhi pertumbuhan jasmani, rohani, dan sosial.
7)      Mengirimkan murid yang memerlukan perawatan khusus atau lanjutan ke puskesmas
8)      Pertolongan pertama pada kecelakaan dan pengobatan ringan

Promosi kesehatan di tempat kerja.
1)      Komprehensif Berkembangnya tempat kerja yang sehat, aman dan nyamansehingga terjadi perubahan perilaku individu dan kelompok kearah positif dalam menjaga kesehatan lingkungan.
2)      PartisipasiTerlibat secara aktif mengidentifikasi pemecahan masalahkesehatan untuk meningkatkan kondisi lingkungan kerjay angsehat.
3)      Keterlibatan berbagia sektor terkaitPemerintah, industri, sektor kesehatan, da organisasi sebagaisektor terkait dalam promosi kesehatan.
4)      Berkesinambungan atau berkelanjutanProgram promosi kesehatan dan pencegahan hendaknya terusmenerus dilakukan untuk tujuan jangka panjang.

5 tingkat pencegahan menurut Leavel & Clark 
1)      Health Promotion1.
a.       Pendidikan kesehatan
b.       Penyuluhan kesehatan
c.       Pengamatan tumbuh kembang anak
d.      Pengadaan rumah sehat
e.       Konsultasi Perkawinan
f.        Pendidikan seks
g.       Pengendalian lingkungan
h.       Program P2M
i.         Stimulasi dan bimbingan dini dalam kesehatan keluarga dan askeb anak/balita tentang pencegahan terhadap kecelakaan
j.         Program Kesehatan Linkungan (mencegah lingkungan aman daribibit penyakit)
k.       Askeb pre natal
l.         Pelayanan keluarga berencana (KB)
m.     Perlindungan gizi
n.       Penyuluhan untuk pencegahan keracunan


2)      Perlindungan umum dan khusus (general andspecific protection)
a.       Imunisasi
b.      Personal hygiene
c.       Perlindungan diri dari kecelakaan
d.      Perlindungan diri dari lingkungan
e.       Kesehatan kerja
f.       Perlindungan diri dari karsinogen, toksin dan alergen
g.      Pengendalian diri dari sumber-sumber pencemaran,dll

3)      Diagnosis dini dan pengobatan segera
a.       Penemuan kasus secara dini
b.      Pemeriksaan umum lengkap
c.       Pemeriksaan massal
d.      Survey terhadap kontak, sekolah dan rumah
e.       Penanganan kasus
f.       Pengobatan adekuat

4)      Pembatasan kecacatan
a.       Penyempurnaan dan intensifikasi terapi lanjutan
b.      Pencegahan komplikasi
c.       Perbaikan fasilitas kesehatan
d.      Penurunan beban sosial penderita

5)      Rehabilitasi

5.    STRATEGI(KOMUNIKASI) DALAM PROMOSI KESEHATAN

Untuk mewujudkan atau mencapai visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien, diperlukan cara dan pendekatan yang strategis. Cara ini sering disebut strategi, yakni teknik atau cara bagaimana mencapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan tersebut secara berhasil guna dan berdaya guna.


Strategi Promosi Kesehatan Menurut WHO(1994)

Strategi Global (global strategy)
PemberdayaanMasyarakat (Empowerment)
Dukungan Sosial (Social support)
Advokasi (Advocacy)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       

1)      Advokasi (Advocacy)
Advokasi adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain agar orang lain. Tersebut membantu atau  mendukung terhadap apa yang di inginkan. Dalam konteks promosikesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau penentu kebijakan di berbagai sektor, dan di berbagai tingkat,mendukung program kesehatan yang kita inginkan. Dukungan dari para pejabat pembuat keputusantersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah,surat keputusan,surat instruksi, dan sebagainya. Kegiatan advokasi ini ada bermacam-macam bentuk, baik secara formal maupuninformal. Secara formal misalnya, penyajian atau presentasi dan seminarm tentangissu atau usulan program yangingin dimintakan dukungan dari para pejabat yangterkait. Kegiatan advokasi secarainformal misalnya sowan kepada para pejabat yang relevan dengan program yang diusulkan, untuk secarainformal meminta dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, atau mungkin dalam bentuk dana atau fasilitaslain. Dari uraian dapat di simpulkan bahwa sasaran advokasi adalah para pejabat baik eksekutif maupunlegislatif, di berbagai tingkat dan sektor, yangterkait dengan masalah kesehatan (sasarantertier).
Dalam advokasi peran komunikasi sangat penting, sehingga komunikasi dalam rangka advokasi kesehatan memerlukan kiat khusus agar komunikasi efektif. Kiat-kiatnya antara lain sebagai berikut :
a.       Jelas (clear)
b.      Benar (Correct)
c.       Konkret (concrete)
d.      Lengkap ( complete)
e.       Ringkas (Concise)
f.       Meyakinkan(Convince)
g.      Kontekstual (Contexual)
h.      Berani (Courage)
i.        Hati-hati (Coutious)
j.        Sopan (Courteous)

Prinsip dasar advokasi bukan hanya lobby politik,tetapi mencakup kegiatan persuasif, memberikan semangat dan bahkan sampai memberikan pressure atau tekanan kepada para pimpinan institusi.
Tujuan advokasi, yaitu :
a.       Komitmen Politik
Komitmen para pembuat keputusan atau penentu kebijakan sangat penting untuk mendukung atau mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, misalnya untuk pembahasan kenaikan anggaran kesehatan,contoh konkrit pencanangan indonesia sehat oleh presiden.Untuk meningkatkan komitmen ini sangat dibutuhkan advokasi yang baik.
b.      Dukungan Kebijakan (Policy Support)
Adanya komitmen politik dari para eksekutif, maka perlu ditindaklanjuti dengan advokasi lagi agar dikeluarkan kebijakan untuk mendukung program yang telah memperoleh komitmen politik tersebut.
c.       Penerimaan Sosial (social Acceptance)
Penerimaan sosial artinya diterimanya suatu program oleh masyarakat.Suatu program kesehatan yang telah memperoleh komitmen dan dukungan kebijakan, maka langkah selanjutnya adalah mensosialisasikan program tersebut untuk memperoleh dukungan masyarakat.
d.      Dukungan sistem  (System support)
Agar suatu program kesehatan berjalan baik maka perlunya sistem atau prosedur kerja yang jelas mendukung. Metode atau cara dan tehnik advokasi untuk mencapai tujuan ada bermacam-macam, yaitu :
a)      Lobby politik (politik lobying)
b)      Seminar/presentasi
c)      Media
d)     Perkumpulan

Ada 8 unsur dasar advokasi, yaitu :
a)        Penetapan tujuan advokasi
b)        Pemanfaatan data dan riset untuk advokasi
c)        Identifikasi khalayak sasaran
d)       Pengembangan dan penyampaian pesan advokasi
e)        Membangun koalisi
f)         Membuat presentasi yang persuasif
g)        Penggalangan dana untuk advokasi
h)        Evaluasi upaya advokasi

Ada 5 pendekatan utama advokasi :
a)        Melibatkan pra pemimpin
b)        Bekerja dengan media massa
c)        Membangun kemitraan
d)       Memobilisasi massa
e)        Membangun kapasitas

Langkah-langkah advokasi :
a)      Tahap persiapan
Persiapan advokasi yang paling penting adalah menyusun bahan/materi atau instrumen advokasi. Bahan advokasi adalah data -a informasi –a bukti yang dikemas dalam bentuk tabel, grafik atau diagram yang menjelaskan besarnya masalah kesehatan, akibat atau dampak masalah, dampak ekonomi, dan program yang diusulkan/proposal program
b)      Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan advokasi tergantung dari metode atau cara advokasi
c)        Tahap penilaian

2)      Dukungan Sosial (Social support)
Strategi dukunngan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh-tokoh masyarakat (toma), baik tokoh masyarakat formal maupuninformal.Tujuan utama kegiatanini adalah agar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai pelaksana program kesehatan dengan masyarakat (penerima program)kesehatan. Dengan kegiatan mencari dukungan sosial melalui toma pada dasarnya adalah mensosialisasikan program-program kesehatan, agar masyarakat mau menerima dan mau berpartisipasi terhadap program-program tersebut.Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat dikatakan sebagai upaya bina suasana, atau membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan.Bentuk kegiatan dukungan sosial ini antara lain: pelatihan pelatihan paratoma, seminar,lokakarya, bimbingan kepadatoma, dan sebagainya. Dengan demikian maka sasaran utama dukungan sosial atau bina suasana adalah paratokoh masyarakat di berbagai tingkat. (sasaran sekunder)

3)      PemberdayaanMasyarakat (Empowerment)
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan pada Masyarakat langsung. Tujuan utama pemberdayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan).Bentuk kegiatanpemberdayaanini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan, antaralain: penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat dalam bentuk misalnya: koperasi, pelatihan-pelatihan untuk kemampuan peningkatan pendapatan keluarga (income generating skill). Dengan meningkatnya kemampuan ekonomi keluarga akan berdampak terhadap kemampuan dalam pemeliharaan kesehatan mereka, misalnya: terbentuknya dana sehat,terbentuknya pos obat desa, berdirinya polindes, dan sebagainya. Kegiatan- kegiatan semacamini di masyrakat sering disebut  gerakan masyarakat untukkesehatan. Dari uaraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sasaran pemberdayaan masyarakat


adalah masyarakat.
Strategi Promosi Kesehatan Berdasarkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter
KebijakanBerwawasan Kebijakan (Health Public Policy)
Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment)
Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Service)
Keterampilan Individu (Personnel Skill)
Gerakan masyarakat (Community Action)
 










                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               
1)      KebijakanBerwawasan Kebijakan (Health Public Policy)
Adalah suatu strategi promosi kesehatan yang di tujukan kepada para penentuatau pembuat kebijakan, agar mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang mendukung atau menguntungkan kesehatan. Dengan perkataanlain, agar kebijakan- kebijakan dalambentuk peraturan, perundangan, surat-surat keputusan dan sebagainya, selalu berwawasanatau berorientasi kepada kesahatan publik.Misalnya, ada peraturan atau undang-undang yang mengatur adanya analisis dampak lingkungan untuk mendirikan pabrik, perusahaan, rumah sakit, dan sebagainya. Dengan katalain, setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pejabatpublik, harus memperhatikan dampaknyaterhadaplingkungan (kesehatan masyarakat).

2)      Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment)
Strategi ini ditujukan kepada para pengelola tempat umum,termasuk pemerintah kota, agar mereka menyediakan sarana-prasarana atau fasilitas yang mendukung terciptanyaperilaku sehat bagi masyarakat, atau sekurang-kurangnya pengunjung tempat-tempat umum tersebut. Lingkungan yang mendukung kesehatan bagi tempat-tempat umum lainnya: tersedianya tempat samapah,tersedianya tempat buang air besar/kecil, tersedianya air bersih, tersedianya ruangan bagi perokok dan non-perokok, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, para pengelola tempat- tempat umum, pasar, terminal, stasiun kereta api, bandara, pelabuhan dan sebagainya, harus menyediakan sarana danprasarana untuk mendukung perilaku sehat bagi pengunjungnya.
3)      Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Service)
Sudah menjadi pemahaman masyarakat pada umumnya bahwa dalam pelayanan kesehatanitu ada 3 provider dan 3 consumer.Penyelenggara (penyedia) pelayanan kesehatan adalah pemerintah dan swasta, dan masyarakat adalah sebagai pemakai atau pengguna pelayanan kesehatan. Pemahaman semacamini harus diubah, harus diorientasikan lagi, bahwa masyarakat bukan sekedar pengguna atau penerima pelayanan kesehatan,tetapi sekaligus juga sebagai penyelenggara, dalam batas-batas tertentu. Realisasida rireontitas pelayanan kesehatan ini, adalah para penyelenggara pelayanan kesehatan baik pemerintrah maupun swasta harus melibatkan, bahkan memberdayakan masyarakat agar mereka juga dapat berperan bukan hanya sebagai penerima pelayanan kesehatan,tetapi juga sekaligus sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan. Dalam meorientasikan pelayanan kesehatan ini peran promosikesehatan sangat penting.

4)      Keterampilan Individu (Personnel Skill)
Kesehatan masyarakat adalah kesehatan agregat yangterdiri dari individu,keluarga, dan kelompok-kelompok. Oleh sebab itu, kesehatan masyarakat akan terwujud apabila kesehatan indivu-individu, keluarga-keluarga dan kelompok- kelompoktersebutterwujud. Oleh sebab itu, strategi untuk mewujudkan keterampilan individu-individu (personnels kill) dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan adalah sangat penting. Langkah awal dari peningkatan keterampilan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan merekaini adalah memberikan pemahaman - pemahaman kepada anggota masyarakat tentang cara-cara memelihara kesehatan, mencegah penyakit, mengenal penyakit, mencari pengobatan kefasilitas kesehatan profesional, meningkatkan kesehatan, dan sebagainya.Metode dan teknik pemberian pemahaman ini lebih bersifat individu daripada massa.

5)      Gerakan masyarakat (Community Action)
Untuk mendukung perwujudan masyarakat yang mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya seperti tersebut dalam visi promosi kesehatan ini, maka di dalam masyarakat itu sendiri harus ad gerakan atau kegiatan-kegiatan untuk kesehatan.Oleh karena itu, promosi kesehatan harus mendorong dan memacu kegiatan-kegiatan di masyarakat dalam mewujudkan kesehatan mereka.Tanpa adanya kegiatan masyarakat di bidang kesehatan, niscayaterwujud perilaku yang kondusif untuk kesehatan atau masyarakat yang mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatan mereka.

6.    EVALUASI PROMOSI KESEHATAN
Pada prinsipnya, evaluasi promosi kesehatan sama dengan evaluasi kesehatanlainnya. Karakteristiknya ialah dalam indikator yang di samping memakaiindicator epidemiologik sebagai indikator dampak seperti upaya kesehatanlainnya, dalam mengukur efek, lebih menggunakan indikator perilaku.Indikator perilaku tidak ada yang bersifat baku, semua bergantunng padaapa, kapan, di mana, dan dalam konteks apa digunakan. Oleh karena itu, indikatorperilaku sering digambarkan sebagai suatu sebuah buku, di mana lembarannyamerupakan sebagai tingkatan atau derajat perilakunya.
 Indikator Kesehatan
 Indikator kesehatan
Indikator kesehatan(secara sistem) mencakup input, proses, keluaran, efek dan dampak, pada tahap perencanaan implementasi maupun evaluasi suatu upayakesehatan. Indikator kesehatan dapat menjadi:

a.       Penunjuk masalah kesehatan, misalnya:
-       Status kesakitan dan kematian
-       Status gizi
-       Status kesehatan lingkungan
-       Status perilaku dan budaya kesehatan

b.      Penunjuk keadaan sumber daya kesehatan
-       Tenaga kesehatan
-       Fasilitas kesehatan
-       Pendanaan kesehatan

c.       Penunjuk kesehatan lingkungan
-       Ketersediaan air sehat
-       Ketersediaan rumah yang layak,dan sebagainya
d.      Keadaan kebijakan kesehatan
-       Undang-undang dan peraturan
-       Politik kesehatan dan sebagainya

PERTIMBANGAN DALAM EVALUASI KESEHATAN
Setelah apa yang akan dievaluasi telah ditetapkan, indikator telah dikembangkan,dan desain serta rencana pelaksanaan sudah rapi, masih perlu diingat beberapa halberikut, agar evaluator tidak begitu saja membuat kesimpulan akan temuannyaberdasar pengamatan dan pengukuran. Sebab yang diamati dan diukur adalahmanusia dan masyarakat yang sangat dinamis dan melakukan berbagai perubahanatau penyesuaian. Di antara faktor penting yang perlu diperhatikan ialah waktu.Seorang ahli (Green, 1986) mengamati sebagai berikut:
a.       Evaluasi yang relatif terlalu cepat, sehingga ketika evaluasidilakukan upaya atau kegiatan belum menghasilkan apa-apa.Namun setelah ditinggalkan baru tampak pengaruhnya.
b.      Sebaliknya dapat juga terjadi ketika evaluasi dilakukan tanpa hasilyang baik, namun setelah ditinggalkan keadaan kembali sepertisemula.
c.       Ini sering terjadi pada kampanye dengan insentif materi, yangkemudian perubahan menghilang ketika insentif tidak lagidiberikan
d.      Atau kadang-kadang dalam waktu singkat member hasil negatif,misalnya penolakan, tetapi kemudian orang akan mengikutinya juga dengan sukarela. Contohnya penggunaan sabuk pengamankendaraan
e.       Ada juga perubahan cepat terjadi, tetapi sebenarnya perubahan ituakan terjadi juga, hanya intervensi yang dilakukan merupakanpenguat atau cambuknya
f.       Yang paling buruk ialah yang menyebabkan keadaan bertambahburuk. Ini bila suatu kegiatan dihentikan mendadak atau tidak berkelanjutan (hit and run).

7.    PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN ETIS PROMOSI KESEHATAN
a)      Pertimbangan-pertimbangan etis yang perlu kita lakukan dan pikirkan yakni :
Promotor kesehatan tidak akan secara sengaja menunda pelayanan atau informasi, dilihat dari status pengetahuan sekarang yang dapat memberikan manfaat kepada klien, mereka berusaha mengikuti perkembangan promosi kesehatan
b)      Promotor kesehatan akan menghargai kerahasiaan informasi yang dapat mereka akses kecuali atas permintaan hukum dan demi kepentingan klien
c)      Promotor kesehatan harus tidak melakukan kegiatan promosi kesehatan yang tidak kompeten bisa kerjakan.

8.    PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN
1)    Pendekatan Medik
Tujuan dari pendekatan ini adalah kebebasan dari penyakit dan kecacatan yang didefinisikan secara medic, seperti penyakit infeksi, kanker, dan penyakit jantung. Pendekatan ini melibatkan kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan, mungkin dengan metode persuasive maupun paternalistic. Sebagai contoh, memberitahu orang tua agar membawa anak mereka untuk imunisasi, wanita untuk memanfaatkan klinik keluarga berencana dan pria umur pertengahan untuk dilakukan screening takanan darah. Pendekatan ini memberikan arti penting dari tindakan pencegahan medic dan tanggung jawab profesi kedokteran untuk membuat kepastian bahwa pasien patuh pada prosedur yang dianjurkan
2)    Pendekatan Perubahan Perilaku
Tujuan dari pendekatan ini adalah mengubah sikap dan perilaku individu masyarakat, sehingga mereka mengambil gaya hidup “ sehat “. Contohnya antara lain mengajarkan orang bagaimana menghentikan merokok, pendidikan tentang minum alcohol “ wajar “, mendorong orang untuk melakukan latihan olahraga, memelihara gigi, makan makanan yang baik dan seterusnya. Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini akan merasa yakin bahwa gaya hidup “sehat “merupakan hal paling baik bagi kliennya dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka untuk mendorong sebanyak mungkin orang untuk mengadopsi gaya hidup sehat yang menguntungkan.
3)    Pendekatan Edukasional
Tujuan dari pendekatan ini adalah memberikan informasi dan memastikan pengetahuan dan pemahaman tentang perihal kesehatan dan membuat keputusan yang ditetapkan atas dasar informasi yang ada. Informasi tentang kesehatan disajikan dan orang dibantu untuk menggali nilai dan sikap, dan membuat keputusan mereka sendiri. Bantuan dalam melaksanakan keputusan-keputusan itu dan mengadopsi praktek kesehatan baru dapat pula ditawarkan, program pendidikan kesehatan sekolah, misalnya menekankan membantu murid mempelajari ketrampilan hidup sehat, tidak hanya memperoleh pengetahuannya. orang-orang yang mendukung pendekatan ini akan memberi arti tinggi bagi proses pendidikan, akan menghargai hal individu untuk memilih perilaku mereka sendiri, dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka mengangkat bersama persoalan-persoalan kesehatan yang mereka anggap menjadi hal yang paling baik bagi klien mereka.
4)    Pendekatan Berpusat Pada Klien
Tujuan dari pendekatan ini adalah bekerja dengan klien agar dapat membantu mereka mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan, dan membuat keputusan dan pilihan mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan nilai mereka. Peran promotor kesehatan adalah bertindak sebagai fasilitator, membantu orang mengidentifikasi kepedulian-kepedulian mereka dan memperoleh pengetahuan serta ketrampilan yang mereka butuhkan agar memungkinkan terjadi perubahan. Pemberdayaan diri sendiri klien dilihat sebagai central dari tujuan ini. Klien dihargai sama yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan berkontribusi dan siapa yang mempunyai hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri.
5)    Pendekatan Perubahan Sosial
Tujuan dari pendekatan ini adalah melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan fisik, social dan ekonomi, supaya dapat membuatnya lebih mendukung untuk keadaan yang sehat. Contohnya adalah mengubah masyarakat, bukan pada pengubahan perilaku individu-individunya. Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini memberikan nilai penting bagi hak demokrasi mereka mengubah masyarakat, mempunyai komitmen pada penempatan kesehatan dalam agenda politik di berbagai tingkat dan pada pentingnya pembentukan lingkungan yang sehat daripada pembentukan kehidupan individu-individu orang yang tinggal di tempat itu.



BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Pengertian Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai sosial budaya setempat yang didukung oleh kebijakan public yang berwawasan kesehatanUntuk mewujudkan atau mencapai visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien, maka diperlukan cara dan pendekatan yang strategis yaitu strategi promosi kesehatan.
Berdasarkan rumusan WHO (1994) strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal, yaitu Advokasi (Advocacy), Dukungan Sosial (Social support), dan Pemberdayaan Masyarakat( E mpowerment).
Di dalam piagam Ottawa dirumuskan pula strategi baru promosi kesehatan, yang mencakup 5 butir, yaitu KebijakanBerwawasan Kebijakan (Health Public Policy), Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment),Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Service), Keterampilan Individu (Personnel Skill), dan Gerakan masyarakat (Community Action).
Dalam pemilihan srategi promosi kesehatan ada sendiri agar masyarakat lebih mudah untuk mengingat dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pemilihan srategi promosi kesehatan yaitu diantaranya Ceramah ,Media Massa, Instruksi individual,Simulasi,Modifikasi Perilakudan PengembanganMasyarakat.
Dan dalam pemilihan srategi promosi kesehatanpun ada aturan-aturan tersendiri, intinya adalah agar srategi promosi kesehatan program-programnya semakin berkembang dan tidak salah sasaran.

2.      SARAN
Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca khususnya kita sebagaianalis kesehatan dapat memahami tentang strategi promosi kesehatan dalam rangka memajukan kesehatan masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan dengan promosi kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan atau pendidikan kesehatan kita sebagaianalis kesehatan dapatmencegah berbagai penyakit.
DAFTAR PUSTAKA
7.      Novita Nesi,2011.Promosi Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan. Jakarta Selatan: Salemba Medika
8.      Notoadmodjo S,2005.Promosi Kesehatan teori dan aplikasinya.Jakarta : PT Rineka Cipta
9.      Notoadmodjo S,2002.Promosi Kesehatan teori dan aplikasinya.Jakarta : PT Rineka Cipta






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar